Ingatkah hari-hari ketika kamu bangun dari mimpi yang mengerikan, ketika kamu mengalami sakit, ketika kamu menghabiskan malam tanpa tidur karena sesuatu, ketika kamu memiliki perbedaan pendapat dengan teman terbaikmu, ketika kamu menggigil karena demam tinggi, ketika kamu menerima rapor yang penuh dengan warna merah atau bahkan ketika kamu lulus dengan nilai yang mungkin tidak bisa dibanggakan? Hanya ada satu wanita yang berdiri di sampingmu di sepanjang waktu apakah baik atau buruk. Dia mendukungmu setiap saat, dia selalu ada untukmu, baik itu di pagi hari atau larut malam. Salah satu hadiah paling indah yang Allah telah diwariskan pada ciptaan-Nya adalah bahwa seorang wanita dalam kehidupan setiap orang, yang statusnya tak tertandingi. Dia menjadi teman pertamamu, pendisiplin pertamamu, guru pertamamu, cinta pertamamu, panduan pertamamu, teman bermain pertamamu, dia tidak lain dan tidak bukan adalah ibu kita sendiri.
Saya masih ingat kejadian di waktu masih kecil dulu, di mana saya mengalami kecelakaan. Jatuh dan terbentur pada umur setahun tidak pernah menjadi masalah sepele. Saya menjadi "lumpuh" sejak itu, saya tidak bisa berjalan kembali, semua tubuhku lemas. dokter yang memeriksaku di RS Elizabeth (RS terbaik di propinsiku saat itu) bilang bahwa saya mengalami masalah pada syaraf dan harus dioperasi, kalau tidak, saya akan mengalami kelumpuhan seumur hidup dan kepala mengalami hidrocefalus. Tak bisa dibayangkan bagaimana reaksi ibu dan ayah ketika mendengarnya. Tapi ibuku menolak untuk mengijinkan dokter mengoperasiku, karena resikonya sangat besar, nyawa taruhannya. Singkat cerita, akhirnya ibu dan ayah memilih untuk melakukan terapi padaku, butuh kesabaran yang luar biasa untuk melakukannya. Setiap hari beliau menterapiku yang tergolek lemah, hampir semua kata orang mengenai tempat pengobatan alternatif didatangi dan kesabaran kami membuahkan hasil di umur yang hampir 3 tahun saya yang awalnya hanya bisa duduk akhirnya kembali bisa kembali berdiri dan berjalan layaknya anak pada umumnya, waktu itu sungguh luar biasa, karena tepat di hari Idul Fitri kaki-kaki saya kembali diberi kekuatan untuk menopang berat tubuhku dan bisa berjalan kembali!! Semua anggota keluargaku bersorak, bersyukur atas rahmat ALLAH. Selama 2 tahun lebih, ibuku selalu memotivasiku walau sudah lelah akan aktivitas hariaannya, beliau sepanjang malam merangsang syaraf-syarafku dengan ditemani secangkir kopi miliknya dan dia selalu meremajakan saya dengan senyum manisnya. Selalu sabar, selalu mengerti apa yang dinginkan oleh anak-anaknya. Cerita ini pernah saya tulis di blog ini. Semoga perjuanganku, perjuangan ibu dan ayahku, perjuangan kakak-kakakku ini saat itu menjadi inspirasi bagi kita semua.
Ibu, seorang wanita memiliki banyak tugas dalam rumah tangga dan seorang wanita yang saleh tahu persis tugas dan fleksibel dalam beralih pada tanggung jawab yang beragam pada suatu waktu. Selain menjadi istri yang baik, seorang wanita memiliki peran yang sangat penting sebagai seorang ibu. Allah telah menganugerahkan wanita dengan kemampuan untuk hamil, untuk memelihara kehidupan dalam dirinya. Dia mengalami perasaan-perasaan, sensasi-sensasi yang Allah berikan hanya untuk perempuan. Tidak diragukan lagi, sebagai seorang ibu, ia lebih mulia dari manusia pada umumnya.
Suatu hari seorang pria datang menemui Nabi Muhammad SAW. Tampaknya ia berusaha untuk memecahkan sesuatu masalah. Dia bertanya kepada Nabi Muhammad SAW: "Katakan padaku, wahai Rasulullah! Aku punya banyak kerabat dan banyak teman yang saya cintai, dan yang saya ingin merawat dan membantu Tapi aku sering merasa kesulitan untuk memutuskan mana dari mereka memiliki hak terbesar kepada saya? Manakah dari mereka harus saya dahulukan?". Nabi Muhammad SAW menjawab dengan segera, "Ibumu harus kamu datangi terlebih dahulu dan sebelum kamu mendatangi kerabat-kerabatmu yang lain."
Pria itu sangat senang karena memiliki jawaban yang sangat jelas dari Rosulullah. Tapi tentu saja ada semua kerabat lain dan teman-temannya, sehingga ia bertanya lagi: "Dan setelah ibu saya, siapa yang harus saya dahulukan?" Nabi Muhammad SAW menjawab ini kedua kalinya "Ibumu!"
Pria itu bertanya-tanya mengapa Nabi Muhammad SAW mengulangi jawaban yang sama. Mungkin ia tidak berbicara dengan jelas, pria itu berpikir, sehingga ia bertanya lagi, "Saya ingin bertanya kembali, siapa orang setelah ibu saya, yang memiliki hak atas terbesar atas saya?. Dan Nabi Muhammad SAW kembali menjawab "Ibumu!"
Nabi Muhammad SAW mengatakannya sebanyak tiga kali. Perlahan-lahan, pria itu menyadari bahwa ibunya sangat penting, begitu banyak sehingga tugas dia padanya harus ditekankan berulang-ulang. Meskipun demikian, pikiran pria itu terus terdorong untuk bertanya, "Bagaimana dengan semua kerabat yang lain?" Masih belum pasti dan ingin tahu lebih banyak, ia sekali lagi berpaling kepada Rosulullah dan berkata, "dan setelah ibu saya, siapa yang harus saya datangi setelah dia? Apakah ada orang selain dia?" Nabi Muhammad SAW lalu menjawab "setelah ibumu, ayahmu." "Dan kemudian?" Tanya pria itu. "Lalu orang-orang yang terdekatmu".
Seorang ibu harus dihormati, bahkan bakti pada seorang ibu bisa disetarakan dengan jihad di jalan Allah. Pada suatu riwayat dikatakan seorang pria datang di hadapan Nabi Muhammad SAW dan berkata: "Saya ingin melakukan Jihad di jalan Allah, tapi ibuku sama sekali tidak mendukungku dan memintaku tinggal, apa yang harus saya lakukan?". Nabi SAW menjawab: Kembalilah dan tetap dengan ibumu. Aku bersumpah kepada Tuhan yang telah mengutusku pada misi benar, bahwa tetap tinggal bersama ibumu untuk satu malam (dan melayani dan berbuat baik padanya) lebih baik daripada melakukan Jihad di jalan Allah selama setahun.
Sungguh, berbuat jahat kepada ibu hanya akan mengantarkan pelakunya ke dalam neraka. Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, “Rasulullah bersabda, “Celakalah, celakalah, celakalah! Beliau kemudian ditanya, “Siapa yang celaka wahai Rasulullah? Beliau menjawab, “Siapa yang mendapati salah satu dari orang tuanya atau keduanya, namun ia tidak berusaha untuk memasukkannya ke dalam surga” (HR Ahmad).
Tentunya, keberadaan sang ibu merupakan kesempatan emas untuk meperoleh ridhanya dan ridha Allah. Karena kalau sudah tiada, kesempatan menjadi berkurang, karena sang anak paling hanya bisa berdoa dan bersedekah untuknya. Maka yang masih memiliki ibu, pergunakan kesempatan itu. Maka berbaktilah kepada ibumu, ibumu, ibumu, selagi kesempatan terbuka lebar.
Ajaran agama telah mengangkat status perempuan dalam banyak aspek, statusnya sebagai seorang ibu diangkat ke posisi tertinggi. Agama Islam memerintahkan pengikutnya untuk menghormati, peduli dan menunjukkan kasih kepada ibu kita setiap saat dan tidak membatasi pengakuan kita tentang cinta hanya dia di acara-acara tertentu karena dalam Islam setiap hari adalah Hari Ibu!
Setiap hari adalah hari ibu. Mari kita hormati, sayangi, dan cintai ibu kita tidak di satu hari saja. Karena ibu kita telah ikhlas mempertaruhkan segalanya bagi kita sepanjang hidupnya tidak hanya di satu hari. Ibu kita adalah anugerah yang terindah dari Allah yang pernah kita miliki.
Tidak ada satu kata pun yang dapat menggambarkan betapa berharganya Ibu bagiku. Sejak Ayah meninggal satu dekade yang lalu, engkaulah penopang hidupku, engkau bisa menjadi seorang ibu sekaligus seorang ayah dengan sama baiknya. Aku mencintaimu ibu. Terima kasih untuk segala sesuatu yang sudah engkau berikan kepadaku. Walau mungkin tidak akan bisa memberikan seperti apa yang sudah Ibu berikan kepadaku namun saya akan berusaha memberikan yang terbaik untukmu. Allah bless you all the time..
When God set the world in place,
When He hung the stars up in space,
When He made the land and the sea,
Then He made you and me.
He sat back and saw all that was good,
He saw things to be as they should.
Just one more blessing
He had in store;
He created a mother, but whatever for?
He knew a mother would have a special place to shine
Aku persilahkan anda untuk menertawakan judul diatas, jujur saya sendiri awalnya juga tertawa, bisa-bisanya kangen pada patah hati yang konon sakitnya seperti balon ditusuk jarum, ledakan hati. Jadi curiga, Apa aku ini dah kena sindrom sutris ya? Aku langsung ngadep cermin dan bisa menyimpulkan bahwa aku ini memang 99,9% masih waras. Tidak usah diuji SPSS segala, kalau sudah 99,9% itu artinya mutlak saya masih waras. Lhah ngapain malah jadi ngebahas kewarasanku? Kembali ke topik. Saya sedang kangen pada patah hati. Titik. Mari kita positive thinking.
Memang benar adanya kalau saya lagi kangen pada patah hati, bukan rekaan perasaan, emangnya sinetron. Kenapa? Beberapa bulan ini kepala ini rasanya mau copot, gara-gara migrain mikirin segala hal terutama skripsi. (Ngeles ya skripsi dijadikan kambing hitam, hehe). Migrain ini benar-benar keterlaluan, selalu saja muncul di saat yang tepat untuk membuatku KO. Malas untuk melakukan aktivitas. Malas untuk segalanya. -___-"
Terus kenapa saya milih sakit hati daripada sakit kepala? Well, sakit kepala membuatku KO dan kehilangan job and time saya sebagai anak muda yang aktif (lebay), sedangkan sakit hati paling efeknya cuma galau, tapi semua organ lain mana bisa galau dan galau mudah penyembuhannya. Tak perlu obat, hanya perlu pikiran dan energi positif untuk melawannya, dengan dua sikap ini niscaya kita gak akan pernah kena galau. Selain itu, sakit hati, akan membuat kita menjadi lebih peka terhadap perasaan orang lain, patah hati juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi diri kita, hal yang udah lama tidak aku lakukan. Dan yang terakhir patah hati kita juga bisa membuat kita gemuk, orang galau biasanya jadi cepet lapar dan lapar membuat kita makan berulang kali hingga akhirnya kegemukan mampir ke tubuh kita (teori ngawur). Sebenarnya masih banyak lagi hikmah dari patah hati, silahkan temukan dengan berpikir positif. Yang pasti patah hati hanya membuat kita galau tetapi meninggalkan manfaat yang tak terkira pada kita (kalau kita mau menyadarinya dan move on) daripada saat kita terkena migrain.
Aku kangen padamu, patah hati.
Kangen pada kebijaksanaan yang kau ajarkan.
Kangen pada pembelajaran yang kau berikan.
Kangen pada kebebasan yang kau jaminkan. Kangen pada ketenangan yang kau hadirkan.
Kangen pada janjimu akan pasangan sejati yang kau janjikan bila aku lulus ujian patah hati ini.
Yup! Namanya Roller Coaster.. Roller coaster adalah sebuah wahana berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Wahana ini merupakan permainan yang sangat menantang adrenalin dengan kecepatan yang begitu tinggi diatas udara dengan ketinggian yang cukup untuk membuat jantung berdegup kencang. Sensasinya yang luar membuat permainan yang sebenarnya sangat berbahaya ini menjadi laris manis di dunia.
Tahukah anda? Jauh sebelum roller coaster ditemukan oleh industri hiburan Amerika, Indonesia sudah menemukan roaler coaster versinya sendiri yang tak kalah menantangnya, tak kalah membahayakannya, bahkan menang di jumlah korbannya (hal yang amat sangat disayangkan). Cuma bedanya, "Roller coaster" versi Indonesia ini jauh lebih bermanfaat ketimbang roller coaster yang mendunia itu. Selain menyajikan sensasi yang luar biasa, wahana dari Indonesia ini juga dapat berfungsi sebagai sarana transportasi rakyat. Biayanyapun jauh lebih murah ketimbang saat kita naik roller coaster versi aslinya. Mau adu bahaya? mana yang lebih bahaya? Meskipun kecepatannya masih kalah jauh, Roller coaster versi Indonesia ini juga menang mengingat berapa jumlah korban yang meninggal akibat wahana ini. Penasaran kan? Jadi seperti apakah roller coaster versi Indonesia ini? Yuk mari buka spoiler di bawah ini:
Cinta, hampir semua orang pernah merasakannya namun bagi sebagian orang, cinta itu ibaratnya barang langka, sesuatu yang belum pernah dirasakan, sesuatu yang dicari-cari. Jangan bersedih walau kamu sudah mencarinya sampai ke ujung dunia. Kenapa? Well.. Kalian semua pasti sudah pernah minum kopi kan? Kalau jawabannya belum, wah ente ini selama ini kemana aja? Minum kopi aja belum pernah menyisipinya apalagi cinta.. Bagi yang belum, Ayo segera bikin kopi mumpung masih ada di dunia, nanti di akhirat belum tentu ada.. hehe
Nah bagi yang belum pernah bercinta namun sudah pernah kopi ngga perlu merasa galau lagi. Kenapa? karena cinta itu ngga beda jauh rasanya dengan secangkir kopi. hahaha kok bisa?! Bisa dong..
Bisa kamu bayangkan gimana rasanya kopi tanpa gula itu? Pahit! Ya, Begitu lah rasanya cinta apabila kau memperlakukan cinta itu secara tidak benar. Ada yang salah dengannya seperti saat kita mencintai seseorang, tapi ternyata orang itu tak mencintai kita itu sama aja gak komplit, rasanya bakal pahit, seperti kopi tanpa gula. Komposisi yang salah.
Kita juga bisa membuat kopi dengan aneka rasa, cappucino misalnya, seperti yang ada di foto diatas. Apabila kita bisa meraciknya dengan komposisi yang tepat, dengan metode yang tepat, dan langkah-langkah yang tepat, maka akan segera tercipta kopi yang nikmat. Seperti itulah cinta, apabila kita melakukannya dengan komposisi yang tepat (ada subjek ada predikat, ada rasa, ada tujuan dan lain sebagainya), metode PeDeKaTe yang tepat dan langkah yang tepat maka akan terciptalah sebuah cipta karya rasa hubungan yang ajib untuk dilanggengkan.
Beda lagi dengan Kopi Luwak, seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa pencernaan luwak/musang kelapa ini sangat hebat rasanya dan harganya juga sangat mahal. Membuat kopi luwak membutuhkan perjuangan sangat berat mengingat tak mudah mengumpulkan musang untuk sekedar BAB dan diambil sisa pencernaannya tersebut. Jangan berpikiran jorok dulu, justru cinta yang seperti kopi luwak ini sangat langka zaman sekarang. Kalau diibaratkan rasa kopi luwak itu seperti rasa cintanya Romeo pada Juliet, rasa cintanya pake banget, Cinta sejati. Kenapa? Ketika seseorang benar-benar berjuang untuk mendapatkan hati pasangannya betapapun harus meminum racun demi mendapatkan nikmatnya rasa cinta sejati itu sama seperti kita yang mau minum kopi yang dibuat dari kotoran luwak demi mendapatkan rasa kopi yang hebat.
Tak menyangka kan, ternyata kopi dan cinta itu hanya BEDA TIPIS. Jangan bersedih bagi yang belum menemukan cintanya, minum kopi saja semuanya hikmah dan pahitnya cinta bisa anda rasakan dengan minum kopi.