22 Mei 2013

Bahtera Cinta

Dahulu nenek moyang kita pernah berkata, apabila kita berlayar terus menerus ke satu arah, maka pada suatu saat kita kembali kepada titik awal dimana kau memulai perjalananmu. Tak percayakah engkau pada ucapan itu? 

Yang aku pegang ini adalah cinta, bahtera kita berdua, Kalau memang cinta kita ini adalah cinta sejati, ia akan menunjukkan arah menujumu, sejauh apapun aku pergi meninggalkanmu, sejauh apapun kita terpisah, selama bumi ini masih bulat, percayalah meski jutaan langkahku yang pergi meninggalkanmu, sejatinya setiap langkah majuku ini, membawa diriku berada beberapa hasta lebih dekat denganmu, hingga akhirnya kita bertemu kembali dan apabila saat itu tiba, tak akan pernah kulepas genggamanku dari tanganmu, selamanya. 

Saat ini, maaf bila aku meninggalkanmu seorang diri di sana. Baik-baiklah di kota tempat kamu berpijak, teruslah melangkah maju, sambil saling memantaskan diri untuk kita, dan begitupun aku. Yakinlah, bahtera kita, akan mempertemukan kita kembali, di saat yang sempurna kelak. 

Baca Selanjutnya...

18 Mei 2013

Terbang Melayang

Andai aku masih diberikan anugrah untuk mencintai seseorang, ijinkanlah aku memilih untuk tidak lagi jatuh cinta. Aku tahu jatuh itu sakit, bahkan anak kecil juga tahu, apalagi jatuh karena cinta, aku khawatir ini akan membuat hidupmu menjadi sengsara. Aku tidak ingin itu semua terjadi terjadi lagi, cukup aku saja yang pernah jatuh, bukan kamu.

Aku percaya cinta tercipta bukan untuk menyakiti dan tapi cinta juga bisa berubah jadi menjadi mata pisau siap menikam tajam. Aku tak ingin dengan cinta, diri ini berubah jadi  mahluk buas yang siap menyakiti hati siapapun. Seperti yang kualami dahulu. Jatuh cinta, itu sakit. Lukanya sukar sembuh, bekas lukanya sulit hilang, namun lupakanlah, cukup aku yang merasakannya. 

Sekarang, kalau aku bisa terbang melayang dengan cinta, kenapa harus merasakan jatuh dengannya? Aku ingin terbang melewati cakrawala dengan cinta, melayang merangkai angan. Bukankah terbang melayang itu jauh lebih indah? Terbang akan membebaskan rasa, di atas sana jiwa akan jauh lebih tenang.

Aku hanya ingin terbang melayang di langit, bersandar di bahu matahari saat siang dan rebahan di lekukan bulan sabit saat malam tiba, hatiku untukmu tak akan pernah redup, menyenangkan bukan? Apalagi dengan seseorang yang dicinta, menggapai mimpi-mimpi yang mungkin tak akan pernah kudapat di bawah sana bila ku jatuh.

Di atas sana aku akan berdiri tepat disamping bintang-bintang langit, dimana sebelum ia jatuh memenuhi keinginan seseorang, aku akan mencegatnya, kemudian akan kupinta ia mewujudkan mimpiku, hidup bahagia bersamamu.
Bila cinta diciptakan untuk melengkapi mimpi manusia maka melayang bersama cinta adalah salah satu mewujudkannya.
Baca Selanjutnya...

1 Mei 2013

Bukan Kisah yang Sempurna

Malam ini, memang kelihatan lebih bersinar dengan hadir bulan purnama. Mungkin sang empunya cahaya malam itu iba melihatku melewati gelapnya malam tanpa seorangpun di sisiku. Tapi tak ia sadari, hadirnya malah membuat kegundahan hati ini semakin terlihat.

Aku diam, mataku terpejam di kamar yang mungkin tak pantas kau sebut kamar, dalam heningku, pandanganku jauh, menembus dimensi cakrawala waktu, aku melihat ke masa lampau, saat aku masih bermimpi tentangmu. Betapa indahnya impianku saat itu, aku duduk di kursi taman, kamu ada disisi, dengan bunga-bunga bertebaran di sekeliling kita, entah malaikat mana yang baik hati menaburi taman ini dengan puspa nan indah. Aku bercerita tentangnya indahnya dunia dan kamu menyambutnya dengan senyum manis khasmu, indahnya malam yang saat itu dihiasi bulan purnama masih kalah jauh dibandingkan dengan eloknya wajahmu. Dan kita melewati malam itu dengan penuh suasana firdaus. Oh indahnya. Setelah beberapa saat aku tersadar dan membuka matak kembali dan tersadar itu semua hanyalah angan, angan yang mungkin tak lagi bisa kucapai. Ah sekarang andai kamu masih ada disisi mencipta harapan.

Pernah kita melewati hari-hari bersama. Selama itu aku senantiasa berusaha menjadi pemenuh harapanmu. Selalu. Tak pernah sedetikpun aku alihkan perhatianku padamu, hingga udara yang kuhirup pun cemburu padamu, saking gilanya aku padamu. Iya aku pernah gila, perasaan yang sampai sekarang masih berusaha kumengerti. Bahkan setiap orang yang melihat aku bersamamu, mereka pasti tahu akan gerak gerikku, aku yang menyukaimu. Namun kau tak pernah mengerti, apa yang sedang kurasa.

Aku tak pernah putus asa, aku masih percaya bahwa benih cinta akan selalu tumbuh bahkan di tempat yang infertile sekalipun. Ya infertile, di tanah yang tak subur sekalipun cinta bisa tumbuh, aku percaya, aku yakin kesabaranku bisa meruntuhkan kerasnya benteng perasaanmu. Tapi apa yang terjadi? Kau diam, selalu diam seribu bahasa ketika aku ajak bicara tentang hubungan ini. Ribuan hari aku lewati bersamamu. Hingga aku harus terpisah denganmu, kau tak pernah mau mengerti. Aku tak pernah bisa memahami betapa misteriusnya hatimu, mengapa perasaan wanita itu begitu kompleks. 
"aku masih percaya bahwa benih cinta akan selalu tumbuh bahkan di tempat yang infertile sekalipun"
Sampai sebulan yang lalu, aku masih bertahan dengan harapan itu, hidup dengan perhatian itu untukmu. Hingga seorang dari masa lalu hadir memberitahuku, akupun jadi mengerti bahwa kau mencintai satu pria, dan jelas pria bukan aku. Mungkin aku sudah lama tak melihatmu, semenjak kita terpisah jarak, tapi aku bisa membayangkan betapa bahagianya dirimu, kamu akan dilamar oleh pria ini bukan? Iya, orang itu menceritakannya semuanya padaku. Kamu sebenarnya mengerti akan perhatianku, namun kau memilih diam. 

Kecewa aku mendengar ceritanya, kecewa. Bukan karena aku tidak suka melihat kamu bahagia. Aku kecewa, pada sikapmu padaku dahulu, namun aku lebih kecewa, bahwa bukan diri ini yang ada dibalik kebahagianmu saat ini. Sakit. aku memang tak pernah berhati besar, untuk mengerti bahwa kau yang pernah kucintai sepenuh hatiku, hingga setiap tetes darah yang melewati hati sebelum menyebar ke seluruh tubuhku ini tahu betapa besar aku menaruh harap padamu. Tapi kamu memilih orang lain untuk menyempurnakan hidupmu.

Dan hingga saat ini kau masih diam, seribu bahasa, Malam ini, aku bertanya pada rembulan yang masih bersinar di langit sana, Apakah aku, orang yang memperlakukanmu dengan begitu baik selama ini harus merasakan diammu sampai saat ini? Kau tahu, diammu itu sungguh menyesakkan dada, andai kau mau angkat bicara tentang hubunganmu dengannya, mungkin aku tak pernah sesakit ini, semenderita ini.

Aku hanya menyayangkan sikap diammu itu. Aku tak menyalahkanmu, tak pernah. Kamu yang dulu pernah mengisi aliran darah ini, membuatku kenal baik dirimu, meski aku tak pernah bisa menjangkau bahasa hatimu, aku yakin kau tak pernah merancang ini semua untuk menyakitiku. Semoga saja begitu. Dan sampai saat ini aku masih bangga pada diri ini, aku pernah memperjuangkan rasa ini, pernah memperlakukanmu dengan cara terbaik yang aku mampu.

Kini, mungkin sudah saatnya aku mengakhiri kisah kita, kisah yang tak pernah menjadi sempurna, bahkan untuk menjadi kisah yang baik sekalipun. Meski sejatinya aku tak pernah yakin, setiap kepingan kenangan ini sudah pasti akan terus menghantuiku, entah sampai kapan.

Kini, saatnya aku mencari seseorang yang lain, seseorang yang bukan kamu, seseorang yang akan melengkapi kisah hidupku sehingga menjadi kisah yang sempurna, semoga masih ada seseorang di dunia ini yang akan mengisi puzzle yang hilang di hatiku dengan penuh cinta. 

Bulan purnama, reduplah sejenak, pahamilah perasaanku. Aku ingin malam ini gelap sampai mentari fajar menjemputku meraih harapan baru, sekarang aku ingin istirahat. Selamat malam.
"semoga masih ada seseorang di dunia ini yang akan mengisi puzzle yang hilang di hatiku dengan penuh cinta."

Baca Selanjutnya...

27 April 2013

Jodoh Dari Tuhan

Jodoh itu rencana Tuhan. Apapun yang sudah direncanakan, apalagi oleh Tuhan, sepandai apa kita, sekuat apa kita, kita ngga mungkin merangkai kisah untuk jodoh kita sendiri kalau kita memang ngga berjodoh. Sebaliknya, sejauh apa kita terpisah, sepandai apa kita menyembunyikan diri, kalau memang kita berjodoh niscaya Allah akan mempertemukan kita, jodoh akan menemukan jalannya untuk kita, jangan pernah memaksakan diri karena kita tahu, skenario Tuhan selalu luar biasa.

Jodoh itu rahasia Tuhan. Biarkanlah ia tetap menjadi rahasia. Tak usah kau menebak-nebak aku ini jodohmu, tak baik. Lagian kau tak akan pernah mampu memikirkannya. Jalanilah hidupmu sebaik yang kamu bisa, dan aku pun demikian. Sudah sepatutnya kita menjaga perasaan kita dan biarlah waktu yang akan memberi jawab padamu.

Percayalah, jodoh dari Tuhan selalu menjadi yang terbaik buat kita. Dia akan memberikan pada kita pada saat yang tepat, waktu yang tepat, dan tempat yang tepat.

Bersabarlah, jika aku memang tercipta untuk menjadi jodohmu, maka aku aku akan ada disisimu suatu saat nanti. Selalu dan Selamanya.
skenario Tuhan selalu luar biasa
Baca Selanjutnya...

25 April 2013

Pelangi Tak Pernah Mendahului Hujan

Manusia menginginkan kebahagiaan dan tidak ada seorang pun yang mengharapkan kesedihan. Hampir semuanya selalu menginginkan kebahagiaannya diperoleh secara instan, spontan, serta merta tanpa perlu mengorbankan apapun. Banyak yang tak mengerti bahwa bijak bestari pernah berkata "hidup memerlukan pengorbanan, pengorbanan memerlukan perjuangan., perjuangan memerlukan ketabahan, ketabahan memerlukan keyakinan". 

Pengorbanan merupakan bagian kehidupan. Harusnya begitu. Selalu begitu. Pengorbanan adalah suatu yang mutlak dalam hidup, harus ada, tidak boleh tidak. Ibaratnya pengorbanan adalah jalan menuju tujuanmu, tujuan hidupmu. Janganlah disesali meski jalanmu tak semulus, tak selurus yang kau bayangkan, karena ada jutaan hikmah petunjukNya yang terkandung di setiap kelokan jalanmu. Gampangnya, kalau kamu mau memperoleh kebahagiaan, tentu kita harus mau melewati jalan itu, bekerja keras untuk mencapai tujuanmu, tak hanya diam di tempat atau takut pada masa depan. 

Kita yang berkerja keras, berkorban, adalah yang akan mendapat petunjuk. Meski terkadang awalnya pahit, jangan takut. ingatlah janji Tuhan, bahwa Dia akan senantiasa bersama kita, melindungi kita di saat susah maupun bahagia, selalu begitu, namun kita sendirilah yang tak pernah menyadarinya.

Selanjutnya yakinlah, percayalah pada usahamu dan di setiap kesulitan pasti akan ada hikmah yang tak kita sadari, yang mana ia akan berguna untuk hidup kita. Mungkin begitulah kodratnya, kebahagiaan tak akan hadir tanpa didahului kerja keras dan perjuangan.
"indahnya pelangi tak akan pernah hadir tanpa didahului oleh datangnya hujan"
Aku tahu, kamu tahu, namun pernahkah kita sadari bahwa setiap indahnya pelangi tak akan pernah hadir tanpa didahului oleh datangnya hujan, bila kamu terlalu sulit menemukan pelangi, pandangilah mentari esok, yang menghangatkan pagimu, ia tak pernah mendahului datangnya dinginnya malam. Tampaknya kita sebagai manusia terlalu bernafsu hingga buta akan banyak sekali tanda alam dari Tuhan yang menunjukan bahwa ada hikmah di balik segala peristiwa, termasuk saat kita sedang memperjuangkan sesuatu, sesulit apapun itu, segelap apapun itu, ingatlah bila sudah tiba saatnya, maka akan datang kemudahan, akan tiba pula cahaya terang di depan sana. Kebahagiaan adalah hasil dari sebuah kerja keras, perjuangan dan kepercayaan. Begitu juga dengan Cinta. Percayalah.

Baca Selanjutnya...