28 Mei 2011

Kisah Wanita yang Ingatannya Terhapus


Alkisah ada seorang wanita berumur yang otaknya pernah terhapus pada umur 22 tahun. Kini ia berumur 45 tahun dan memperoleh gelar di bidang musik dari Montgomery College dengan IPK 3,9. Su Meck, saat berumur 22 tahun, terpukul kipas langit-langit. Seminggu kemudian ia sadar, tetapi memorinya menghilang. Menurut dokter, otaknya seperti anak berumur 4 tahun. Ia tidak bisa membaca. Bicaranya hanya beberapa frasa. Su Meck tidak lagi mengenal suami dan dua anak laki-lakinya yang masih bayi.

Su Meck, yang saat itu sudah memiliki dua bayi laki-laki, harus belajar berbagai hal lagi. Itu satu masalah di samping masalah filosofis dan emosi. Su Meck mengaku sering bingung. "Apa yang harus aku lakukan? Apa rencanaku ke depan? Apa tujuanku? Apakah aku harus jadi aku yang dulu sudah dikenal orang ataukah aku harus jadi orang baru?" Ia juga harus mencintai suami dan anak-anak yang "belum ia kenal".

Akan tetapi, perlahan dia berhasil menjalani hidup. Ia belajar makan, berpakaian, menelepon sendiri, bersepeda, serta membaca dan menulis. Beberapa tahun setelah kecelakaan, ia takut berbicara lewat telepon. Menulis juga jadi salah satu tugas yang sulit dilakukannya.Pada sebuah e-mail untuk ibunya, Su Meck menulis, "The boys play good with Legos now so givs me a chance to rite. I hav to go to mor doctors be case fall lots to hitig head bad head ackes."

Sekarang Su Meck bahkan sudah bisa berkendara meskipun anak-anaknya harus mengingatkan posisi parkir kendaraan untuknya. Su Meck memperoleh gelar di bidang musik setelah belajar dengan keras selama empat tahun. Ia bisa memainkan drum untuk lagu-lagu Led Zeppelin dan Pink Floyd. Ia juga berencana mengambil gelar sarjana di Smith College, Massachusetts
Baca Selanjutnya...

8 Mei 2011

Siapa Syiah Itu? Sesatkah Golongan Mereka??

Syiah adalah aliran sempalan dalam Islam dan Syiah merupakan salah satu dari sekian banyak aliran aliran sempalan dalam Islam. Sedangkan yang dimaksud dengan aliran sempalan dalam Islam adalah aliran yang ajaran ajarannya menyempal atau menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya yang telah disampaikan oleh Rasulullah Saw, atau dalam bahasa agamanya disebut Ahli Bid’ah.

Selanjutnya oleh karena aliran aliran Syiah itu bermacam macam, ada aliran Syiah Zaidiyyah, ada aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, ada aliran Syiah Ismailiyah dll, maka saat ini apabila kita menyebut kata Syiah maka yang dimaksud adalah aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah yang sedang berkembang dinegara kita dan berpusat di Iran atau yang sering disebut dengan Syiah Khumainiyyah.

Hal mana karena Syiah inilah yang sekarang menjadi penyebab adanya keresahan dan permusuhan serta perpecahan didalam masyarakat, sehingga mengganggu dan merusak persatuan dan kesatuan bangsa kita. Tokoh tokoh Syiah inilah yang sekarang sedang giat giatnya menyesatkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya. Bahkan sekarang mereka menyusup keberbagai partai politik dan apabila dibutuhkan, Albayyinat bersedia memberikan nama nama mereka.

Adapun Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah adalah salah satu aliran Syiah dari sekian banyak aliran Syiah yang satu sama lain berebut menamakan aliran Syiahnya sebagai Madzhab Ahlul Bait. Dan penganutnya mengklaim hanya dirinya saja atau golongannya yang mengikuti dan mencintai Ahlul Bait. Aliran Syiah inilah yang dianut atau diikuti oleh mayoritas (65 %) rakyat Iran. Begitu pula sebagai aliran Syiah yang diikuti oleh orang orang di Indonesia yang sedang gandrung kepada Khumaini dan Syiahnya.

Apabila dibanding dengan aliran aliran Syiah yang lain, maka aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah ini merupakan aliran Syiah yang paling sesat (Ghulah) dan paling berbahaya bagi agama, bangsa dan negara pada saat ini. Dengan menggunakan strategi yang licik yang mereka namakan Tagiyah (berdusta) yang berakibat dapat menghalalkan segala cara, aliran ini dikembangkan.Akibatnya, banyak orang orang yang beragidah Ahlussunnah Waljamaah tertipu dan termakan oleh propaganda mereka, sehingga keluar dari agama nenek moyangnya (Islam) dan masuk Syiah. Sebenarnya bagi orang orang yang berpendidikan agama menengah keatas, wabah ini tidak sampai menggoyahkan iman mereka, tapi bagi orang orang yang kurang pengetahuan Islamnya, mudah sekali terjangkit penyakit ini.

Berbeda dengan agidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang penuh dengan cinta mencintai serta penuh dengan maaf memaafkan karena berdasarkan Al-Akhlagul Karimah dan Al-Afwa Indal Magdiroh (pemberian maaf disaat ia dapat membalas) serta Husnudhdhon (baik sangka), maka ajaran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah ini penuh dengan laknat melaknat, karena dilandasi dengan Su’udhdhon ( buruk sangka ) dan dendam kesumat serta kefanatikan yang tidak berdasar.

Dapat kita lihat bagaimana mereka tanpa sopan, berani dan terang terangan mencaci maki para sahabat, memfitnah istri istri Rasulullah Saw, khususnya Siti Aisyah, bahkan Rasulullah sendiri tidak luput dari tuduhan mereka. Ajaran ajaran Syiah yang meresahkan dan membangkitkan amarah umat Islam ini, membuat para ulama diseluruh dunia sepakat untuk memberikan penerangan kepada masyarakat. Ratusan judul kitab diterbitkan, berjuta kitab dicetak dengan maksud agar masyarakat mengetahui kesesatan Syiah dan waspada terhadap gerakan Syiah. Dalam menulis kitab kitab tersebut, para ulama kita itu mengambil sumber dan sandaran dari kitab kitab Syiah (kitab kitab rujuklan Syiah ), sehingga sukar sekali bagi orang orang Syiah untuk menyanggahnya.

Selanjutnya dengan banyaknya beredar kitab kitab yang memuat dan memaparkan kesesatan ajaran Syiah, maka banyak orang yang dahulunya terpengaruh kepada Syiah menjadi sadar dan kembali kepada Agidah Ahlussunnah Wal Jamaah. Hal ini tentu tidak lepas dari hidayah dan inayah serta taufig dari Allah. Terkecuali orang orang yang memang bernasib buruk, yaitu orang orang yang sudah ditakdirkan oleh Allah sebagai orang Syagi (celaka dan sengsara).Semoga kita dan keluarga kita digolongkan sebagai orang orang yang Suada’ atau orang orang yang beruntung yang diselamatkan oleh Allah dari aliran Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah yang sesuai dengan fatwa Maj’lis Ulama Indonesia (MUI) divonis sesat dan menyesatkan

Syiah itu kafir apa masih Islam?
Seseorang jika mengatakan Syiah itu Islam atau sudah keluar dari Islam (Kafir), maka dia harus mempunyai alasan. Sebab satu aliran bisa dikatakan masih Islam apabila ajaran ajarannya sesuai dengan apa yang ada di dalam Al qur’an dan hadist dan selama ajaran ajarannya tidak bertentangan dengan Al qur’an dan Hadist. Begitu pula satu aliran akan dikatakan keluar dari Islam apabila ajaran - ajarannya bertentangan dengan Al qur’an dan Hadist, apalagi jika ajarannya menolak Kalamullah.

Sekarang kita lihat bagaimana ajaran - ajaran Syiah , apakah bertentangan dengan Al qur’an dan Hadist apa tidak bertentangan. Bagaimana sikap Syiah terhadap para Sahabat, terhadap istri-istri Rasulullah serta bagaimana sikap dan keyakinan mereka terhadap Al qur’an itu sendiri. Dalam Al qur’an banyak sekali ayat ayat yang memuji dan menerangkan keutamaan para Sahabat, serta janji Allah untuk memasukkan mereka dalam Surganya. Sedang dalam ajaran Syiah diterangkan bahwa para Sahabat yang dipuji oleh Allah tsb, setelah Raosulullah Saw.wafat, mereka menjadi Murtad (baca Al kafi 8-345). Alasan mereka karena para Sahabat membaiat Sayyidina Abubakar r.a sebagai Kholifah dan tidak membaiat Sayyidina Ali k.w. Kemudian mereka juga mencaci maki dan memfitnah istri istri Rasulullah Saw. Mereka mengatakan bahwa Siti Aisyah telah melakukan perbuatan serong. Padahal Allah dalam Al qur’an telah menurunkan beberapa ayat dalam Surat An Nur yang isinya menerangkan kesucian Siti Aisyah, serta menolak tuduhan tuduhan yang dialamatkan kepada istri Rasulullah tersebut.

Dengan demikian jelas sekali, berarti ajaran Syiah bertentangan dengan Al qur’an, atau jelasnya mereka menolak Kalamullah (Al qur’an). Sedang orang yang menolak Kalamullah , tidak diragukan lagi kekufurannya.. Dalam Al qur’an juga, Allah telah menjamin keaslian Al qur’an (Q.S. Al-Hijr : 9), tapi dalam ajaran Syiah, mereka berkeyakinan bahwa Al qur’an yang ada sekarang ini sudah tidak asli lagi (Muharrof). Ini berarti mereka menolak Kalamullah. Mereka lebih percaya kata kata ulama mereka dari pada firman Allah. Itulah sebabnya para ulama dengan tegas mengatakan bahwa Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah atau yang sekarang menggunakan nama samaran Madzhab Ahlul Bait, telah keluar dari Islam (orangnya menjadi Murtad karena asalnya beragama Islam ). Ketentuan ini tidak hanya berlaku bagi orang orang Syiah saja, tapi siapa saja yang berkeyakinan seperti itu,telah keluar dari Islam (Kafir Murtad)

Disamping ajaran Syiah bertentangan dengan Al qur’an, juga perbedaan kita umat Islam dengan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah, disamping dalam Furu’ (cabang), juga dalam Ushul (pokok). Rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, juga rukun Islam kita juga berbeda dengan rukun Islam mereka. Oleh karena rukun iman kita berbeda dengan rukun iman mereka, maka konsekwensinya mereka mengkafirkan kita umat Islam dan sebaliknya kita juga mengkafirkan mereka.

Disamping itu masih banyak lagi hal hal yang dapat mengeluarkan mereka dari Islam, seperti sikap dan keyakinan mereka terhadap Imam Imam mereka. Dimana mereka mendudukkan imam imam mereka diatas para Rasul dan para Malaikat Al-Mugorrobin (baca Al Hukumah Al Islamiah - 52, karangan Khumaini). Hal hal semacam inilah yang dipakai rujukan oleh para ulama dalam menghukum Kafir golongan Syiah Imamiyyah Itsnaasyariyyah. (Sumber)


Ya Allah, berilah hidayah pada kami, sehingga kami berani mengatakan yang Hak itu Hak dan yang batil itu bathil.  Semoga Allahdan RasulNya ridho pada kita. Amin Yaa Robbal’aalamin.. 
Baca Selanjutnya...

1 Mei 2011

Siapa Menabur Kebenaran, Dia Akan Menuai Kebenaran (Konflik PSSI)

Menabur angin, menuai badai.

Tak ada satupun yang bisa memastikan, kapan konflik di tubuh PSSI akan berakhir. Pendukung George Toisutta-Arifin Panigoro tetap pada keputusannya, mendukung kedua tokoh tersebut sebagai Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode mendatang. 

Sementara, Komite Normalisasi (KN), yang notabene adalah perpanjangan tangan FIFA, meminta agar Toisutta-Arifin legowo. Agum Gumelar, Ketua KN, beberapa waktu lalu menyampaikan hal tersebut, pascapertemuannya dengan Joseph Blatter, Presiden FIFA, di Zurich, Swiss, beberapa waktu lalu. FIFA bergeming dengan sikapnya: menolak Toisutta dan Arifin serta dua kandidat laain, yakni Nurdin Halid dan Nirwan D Bakrie. 

Merespon FIFA, Nirwan, kepada wartawan mengaku legowo. Adik kandung Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) tak kecewa dengan keputusan FIFA. "Saya tak sakit hati," kata Nirwan. Adapun Nurdin Halid, sejauh ini belum berkomentar. Sementara, Toisutta, saat bertemu pendukungnya di Hotel Sultan Jakarta, Rabu 27 April, mengatakan tak akan mundur. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) menegaskan, dukungan yang dialamatkan kepadanya adalah amanah. "Dan saya tak akan lari dari amanah itu," tukasnya.

Dukungan terhadap Toisutta-Arifin tidak main-main. Di belakang mereka, berdiri 78 pemegang suara sah PSSI. Ke-78 pemegang suara tak akan mundur selangkah pun. Pepatah lawas bilang, sekali layar terkembang pantang kita bersurut.

Kegigihan pendukung Toisutta-Arifin membuat banyak pihak salut, meski tak sedikit pula yang bertanya-tanya heran, tak terkecuali Agum Gumelar. "Kok jadi mereka ya yang ngotot. Padahal Pak George dan Arifin biasa-biasa saja," kata Agum. 

Agum kontan mendapat serangan balik. Kelompok 78 mendesak agar Agum turun dari kabatannya. Mantan Komanda Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus TNI AD itu dinilai gagal mengemban misi. Sebagai Ketua KN, Agum diharapkan bisa melobi FIFA untuk meloloskan Toisutta-Arifin. Karena itulah, Kelompok 78 berencana mendepak Agum. Tak hanya itu, Agum juga dicap 'penumpang gelap'. 
"Gerbong pro reformasi kami sudah disusupi penumpang gelap yang memiliki kepentingan tertentu, yakni Agum Gumelar. Agum Gumelar telah merusak cita-cita kami kelompok 78 untuk mereformasi PSSI," kata Yunus Nusi, salah satu anggota Kelompok 78. (Kompas)
Gawat! Sepak bola kita diambang sanksi. Jika Kelompok 78 tetap pada pendiriannya, FIFA tak akan tinggal diam. Sederet negara sudah menjadi 'korban'. Sebut saja misalnya Bosnia, Irak, Chad, Malagasi, Nigeria, Salvador, Peru, Albania, Kuwait, Kenya, Iran, Yunani, dan Azerbaidjan pernah dikenai sanksi FIFA. 

Bila sanksi benar-benar dijatuhkan, maka tim nasional dan juara kompetisi dalam negeri kita tak  bisa mentas di pertandingan internasional. Pikiran kita menerawang ke SEA Games 2011, di mana sebagai tuan rumah, kita berharap Tim Merah Putih dalam hal ini diwakili timnas u-23 bisa meraih medali emas. Kita juga khawatir dengan kiprah Persipura Jayapura dan Sriwijaya FC di ajang AFC Cup. Sejauh ini, kedua klub papan atas Indonesia masih punya kans melangkah ke babak selanjutnya. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, kans Persipura dan Sriwijaya saat ini lebih baik karena ditopang permainan nan memukau. 

Pertanyaannya, haruskan ini korbankan? "FIFA tak akan memberikan sanksi. Saya percaya itu," kata Saleh Mukadar, pentolan Kelompok 78. "Jika FIFA mau memberikan sanksi, pasti sudah mereka lakukan sejak pemerintah melakukan intervensi kepada PSSI".  (Kompas)

Saleh sah-sah saja berkata seperti itu, meski dia juga tak bisa menafikan kegelisahan pihak lain ihwal sanksi FIFA. 

Kapan persoalan akan berakhir? Saya, Anda, kita semua berharap persoalan secepatnya bisa dituntaskan tanpa harus menjadikan sepak bola sebagai tumbal. Semua pihak harus berkepala dingin, juga mengedepankan hati nurani. Dengan kata lain, kepentingan pribadi dan kelompok harus dikantongi. Kedepankan semangat rekonsiliasi. 

Kita berharap, Kongres PSSI yang sudah diagendakan pada 20 Mei 2011 bisa terselenggara tanpa harus gontok-gontokan. Tak hanya kepada pendukung Toisutta-Arifin, kita juga berharap agar KN bahkan FIFA bisa lebih fair dalam mengambil keputusan. Soalnya, kegeraman pendukung Toisutta-Arifin karena baik KN maupun FIFA tak menyebutkan secara detail kenapa Toisutta-Arifin tak boleh maju sebagai calon Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI. Sebelumnya, FIFA berpatokan kepada keputusan Komite Banding PSSI. Arifin dijegal lantaran membidani lahirnya LPI (Liga Primer Indonesia), sedangkan Toisutta terbentur masalah aktivitasnya di sepak bola nasional. Namun, bagi pendukung Toisutta-Arifin, keputusan tersebut dinilai mengada-ada.

Semua pihak merasa benar dan kebenaran menjadi samar-samar. Akan tetapi, kita tak boleh skeptis apalagi apatis. Kebenaran, seperti kata orang-orang bijak, tetaplah kebenaran. Cepat atau lambat, kita akan tahu kebenaran berpihak kepada siapa. 

Siapa menabur kebenaran, menuai kebenaran
Baca Selanjutnya...

22 April 2011

Mengapa Ada Peta Indonesia di Website Israel??

Pernah membuka website http://www.us-israel.org/ ?? Di dalam web tersebut dapat kita lihat dalam peta itu terdapat beberapa wilayah Indonesia mendapat coretan merah terutama Pulau jawa dan Maluku utara. Untuk lebih jelasnya buka saja langsung website-nya. Banyak yang bertanya di forum-forum online Kenapa malah peta Indonesia yang ditampilkan disana kenapa bukan Amerika atau israel? Tak sedikit juga yang menduga "ada udang dibalik bakwan". Well, terus itu sebenarnya web apa? tujuannya apa? dan untuk apa?

Menurut saya http://www.us-israel.org/ itu hanya domain parking aja. Banyak kok di internet domain parkin macam gini, seperti:

Domain parking biasa digunakan oleh penyedia layanan domain (atau lebih mudahnya alamat) untuk mengalihkan sementara alamat tersebut ke alamat lain dengan menggunakan template yang sejenis/setema dengan judulnya, coba kamu cek salah satu web yang saya sebut diatas seperti whttp://marketing.info/

Sebenernya ada ribuan domain parking memiliki tampilan (layout) yang seragam alias kembar, biasanya tampilan yg muncul akan random sesuai nama domain, ngga ada content, dan umumnya hanya ada satu page karena domain itu belum memiliiki hosting (bahasa gampangnya rumah). Setelah rumah itu sudah terbentuk maka alamat(domain) akan kembali ke rumah yang sebenarnya tidak lagi ke domain parking.

Situs http://us-israel.org/ ini juga sudah lama ngga diupdate (lihat disini http://who.is/whois/us-israel.org/), mungkin si pemilik kehabisan dana kali yee, jadi ga mampu beli hosting sehingga penyedia layanan domain mengalihkan ke domain parking.

Masalah gambar peta indonesia muncul disana itu hanya kebetulan karena gambar yg terpilih akan secara random seperti domain parking lainnya. Jadi tidak ada sangkut pautnya dengan negara USA atau Israel, walau tidak menutup kemungkinan ada maksud terselubung disana. Tapi sebaiknya kita berkhusnudzon terlebih dahulu terhadap suatu perkara yang belum kita ketahui.

Silahkan untuk lebih jelasnya tanyakan kepada ahli IT yang kamu kenal, mungkin jawaban mereka lebih memuaskan dan lebih menyakinkan daripada jawaban anak farmasi yang "sok tau" masalah domain/hosting. hehe..
Baca Selanjutnya...

12 Maret 2011

Jepang, Si "Raksasa" yang Tak Pernah Menyerah

Tsunami dan gempa besar kembali menimpa Jepang. Gempa yang terjadi 11 Maret 2011 lalu dengan kekuatan 8,9 skala Richter merupakan gempa dengan kekuatan terbesar yang pernah terjadi di negara tersebut. Gempa tersebut juga memicu terjadinya tsunami dengan ketinggian 4 meter dan menyapu ribuan mobil serta bangunan di wilayah pesisir pantai Jepang. Hingga saat ini, pihak kepolisian dan juga media massa Jepang mengatakan setidaknya 402 orang meninggal akibat bencana alam tersebut dan ditakutkan lebih dari 1.000 orang menjadi korban dari tsunami dan juga gempa bumi di Jepang. 

Tetapi percayalah negara ini pasti akan segera bangkit seperti yang sebelumnya menimpa negeri sakura ini, Jepang adalah negara yang harus diakui sebagai negara yang bangkit dari keterpurukan dan terus bergerak maju. Dunia mengakui ketika Hiroshima dan Nagasaki lulu lantak oleh bom atom dalam waktu yang relatif singkat telah membuat dunia terkesimak dengan kemajuan yang di tampilkan. Sekalipun harus diakui penyebab kerusakan di Asia khususnya karena perang adalah Jepang, dan hal ini diakui oleh oleh perdana menteri Jepang Naoto Kan dalam acara memperingati matinya 2.300.000 tentara Jepang dan 800.000 warga sipil dalam PD II.

“Negara kita mengakibatkan kerusakan besar dan rasa sakit pada orang-orang di negara-negara di Asia dalam perang,” ujar Kan dalam upacara pemerintah Jepang memperingati akhir PD II di aula Nippon Budokan, Tokyo Chiyoda Ward seperti dilansir japantoday.com, Minggu (15/8/2010). “Kami merasakan penyesalan yang mendalam, dan kami memohon perasaan duka cita yang tulus kepada mereka yang menderita dan keluarga mereka,” tambahnya.

Kejujuran Jepang mengakui sebuah kesalahan besar dalam sejarah patut ditiru oleh bangsa lain. Pasca Tsunami Dasyat yang melanda Jepang pada Jum’at 11 Maret 2011, mungkinkah akan bangkit lagi, waktu yang akan membuktikan apakah jepang akan kembali menunjukkan kehebatannya kepada dunia. Sekalipun antisipasi terhadap tsunami begitu luar biasa sudah dilakukan, tetap saja Jepang harus belajar lebih banyak dalam menangani datangnya tsunami.

Apa jadinya jika bencana itu terjadi di Indonesia, bisa jadi korbannya jauh lebih banyak dan pemerintahnya hanya mengucapkan kata prihatin dan belasungkawa, semoga bangsa ini belajar dari empuhnya tsunami, karena kata tsunami sendiri muncul dari Jepang. Kata “tsunami” berasal dari Jepang yang berarti gelombang besar dari dalam laut. Gelombang tersebut bisa dipicu oleh terjadinya gempa tektonik dari dalam laut dan akhirnya menimbulkan tsunami sebagai implikasi dari dorongan akibat gempa tersebut.

Siapa pun pasti tidak menduga sebuah bangsa yang tidak berfisik besar dapat mengalahkan bangsa Barat yang dikenal lebih maju dan beradab. Setelah bom atom Amerika menghujam jantung kota Jepang tahun 1945, semua pakar ekonomi saat itu memastikan Jepang akan segera mengalami kebangkrutan. Namun, dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun, Jepang ternyata mampu bangkit dan bahkan menyaingi perekonomian negara yang menyerangnya. Terbukti, pendapatan per kapita dan taraf hidup rakyatnya yang menempati posisi kedua tertinggi di dunia. Pada pertengahan era 1990-an saja, Produk Nasional Bruto (PNB) Jepang mencapai US$ 37,5 miliar. Angka tersebut sekaligus menempatkan posisi Jepang di belakang Swiss yang memiliki PNB tertinggi di dunia yang berjumlah US$ 113,7 miliar. Selain itu Jepang juga tidak memiliki utang luar negeri.

Apa sesungguhnya rahasia dibalik kesuksesan Jepang dalam kanca percaturan di dunia sehingga bisa jadi anak kecil sampai dengan orang dewasa sudah mengenalnya, bahkan terlalu sering kita mendengar belajarlah kedisiplinan dari Jepang.

Seperti yang kita ketahui bahwa jepang adalah salah satu negara yang mengalami kekalahan pada perang dunia ke II, akan tetapi sebagai suatu negara yang mengalami kekalahan mereka ternyata tidak lantas menjadi negara pecundang malahan mereka bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali menjajah negara negara lainnya, di segala bidang mereka mengalami kemajuan pesat seperti di bidang tekhnologi, otomotif, olahraga dan banyak lagi.

Di balik kehebatan dan kesuksesan mereka ternyata ada 10 rahasia yang selalu di jalankan dalam kehidupan masyarakat mereka, apa sajakah sikap-sikap orang Jepang yang bisa kita contoh biar bisa sukses seperti mereka ??


1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan. Orang Jepang sanggup berkorban dengan bekerja lembur tanpa mengharap bayaran. Mereka merasa lebih dihargai jika diberikan tugas pekerjaan yang berat dan menantang. Bagi mereka, jika hasil produksi meningkat dan perusahaan mendapat keuntungan besar, secara otomatis mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Dalam pikiran dan jiwa mereka, hanya ada keinginan untuk melakukan pekerjaan sebaik mungkin dan mencurahkan seluruh komitmen pada pekerjaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum. (Shinchan dulu pernah kirim SMS ke saya seperti ini: "Coba para pejabat di negerimu mempunyai sifat kayak gini gak bakalan ada deh yang namanya KKN" , Saya Jawab: "Disini udah jadi tradisi bos, ngga bisa diubah-ubah. Cape deh")

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.


6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan). 

7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak seorang WNI disana yang sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Disana dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Setelah masuk Universitas mahasiswa disana mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. 
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Baca dan resapilah rahasia-rahasia Jepang diatas. Sebenarnya rahasia-rahasia yang diterapkan di Jepang adalah hal yang telah diajarkan oleh para pendahulu kita, orang tua kita, namun kita sering menganggapnya remeh, atau malah tidak pernah mau tahu apalagi melakukannya, Tetapi lihatlah apa yang terjadi di Jepang, mereka selalu bisa bangkit dari keterpurukan yang terus-menerus menimpa mereka dan bahkan menjadi salah satu negara "superpower" dan menjadi negara paling power di mataku karena mereka kembali "menjajah" negara  lain dengan karya mereka di berbagai bidang. 

Kalau mereka bisa kenapa kita tidak? Ayo kita pasti bisa, Jangan hanya terkenal sebagai "Negeri Interupsi" atau "Negeri Demo" tapi "No Action"!  Tidak ada alasan bagi Indonesia tidak bisa menjadi seperti Jepang. Indonesia memiliki sumber alam melimpah dari pada Jepang, tenaga manusia murah, infrastruktur yang baik, dan kedudukan geografis yang strategis. Tergantung kemauan, komitmen dan langkah pasti pemerintah serta masyarakatnya dalam mengaplikasikan formula ekonomi yang ampuh tersebut. Jika bangsa Jepang bisa melakukannya, maka tidak ada alasan untuk kita gagal melaksanakannya. Kekuasaan ada ditangan kita dan bukan terletak pada negara. Di akhir tulisan ini, saya ingin meminjam kata populer di kampanye Capres tahun lalu, Ayo Kita Juga Bisa Bangkit! Bersama Kita Bisa!!
Baca Selanjutnya...