31 Desember 2010

Ungkapan Kekecewaan Terhadap Lomba Blog Speedy 2010

Menjelang akhir tahun 2010 PT. Telkom Indonesia area Pekalongan menggelar Event yang bertajuk Gebyar Speedy Akhir Tahun 2010, Adapun Event yang digelar meliputi Kompetisi Game Online - Point Blank, Kompetisi Lomba Blog Speedy 2010, Pameran Komputer Pekalongan 2010, Seminar - Internet yang Cerdas dan Sehat, Pelatihan Internet Bersertifikat, Kuliner Jajan dan Penganan. Gebyar Speedy Pekalongan ini digelar mulai Tanggal 14 sampai dengan 17 Desember 2010. dan saya menjadi peserta di Lomba blog Speedy 2010 dengan blog saya www.faikshare.com 

Acara ini berjalan lumayan sukses dan lancar, hingga mendekati hari pengumuman yaitu tanggal 17 Desember, semua berjalan dengan penuh keganjilan yang menurut saya "ANEH". Harusnya pada tanggal itu, Lomba sudah berakhir dan segera dilakukan salah satu aspek penilaian, yaitu Search Engine Optimization (SEO), tetapi pada pukul 17.00 panitia secara mendadak mengumumkan bahwa lomba diundur sampai tanggal 20 Desember pukul 17.00 WIB dan Pengumuman ini hanya dilakukan di profil Facebook-nya Speedy Pekalongan (http://www.facebook.com/speedy.pekalongan). Di Website panitia? tidak ada perubahan informasi disana. Ini sangat merugikan bagi peserta yang tidak bisa online atau bahkan tidak memiliki akun Facebook, mana bisa mereka mendapat informasi ini. Saya sangat kasihan pada peserta yang menjadi "korban" disini.

Oya mengenai persyaratan dan ketentuan awal Lomba Blog Speedy 2010 adalah sebagai beikut:
  • Tema Blog adalah "Gebyar Speedy"
  • Konten Blog merupakan serangkaian dari acara Gebyar Speedy Akhir Tahun 2010 yang digelar pada tanggal 14 s/d 17 Desember 2010 di Plasa TELKOM Jl. Diponegoro 41 Pekalongan.
  • Blog tidak harus baru, blog lama tidak masalah dan konten blog yang akan dinilai adalah liputan Gebyar Speedy.
  • Kriteria penilaian lainnya adalah kontes SEO melalui websearching www.google.co.id dengan keyword "Gebyar Speedy Pekalongan".
  • Peserta diwajibkan memcantumkan logo dan script Blog Kompetisi ukuran 143x53 pixel.
  • Peserta bebas menggunakan template manapun asalkan sesuai dengan tema dan konten Blog.
  • Daftarkan Blog anda secara Online di www.epekalongan.net.
  • Bobot kriteria penilaian lomba blog :
    • Liputan acara Gebyar Speedy = 60 %
    • SEO = 40%
  • Keputusan Juri dan Panitia tidak dapat diganggu gugat.
  • Pengumuman pemenang lomba blog pada tanggal 17 Desember 2010 di penutupan acara Gebyar Speedy Akhir Tahun 2010.
Pengunduran ini adalah hal yang sangat merugikan bagi para blogger yang blognya sudah menempati posisi teratas di Google.co.id, para blogger harus kembali berkerja keras untuk melakukan optimasi agar posisi blognya tetep berada diatas dalam hasil pencarian Google. Akhirnya tiba penilaian Blog, saya sangat bahagia awalnya karena blog saya bisa menempati posisi empat di pencarian Google. Dan ketika itu saya sudah tenang karena tinggal menunggu pengumuman pemenang. Dan seehari berikutnya tepatnya tanggal 20 Desember 2010,  kita kembali dikejutkan oleh keputusan panitia, karena ternyata penilaian SEO baru dilakukan pada tanggal 24 Desember. Aneh, panitia begitu mudahnya mengubah keputusan dan hanya dipublikasikan melalui komentar di salah satu wall peserta, selain itu? tidak ada! apalagi di website panitia, www.epekalongan.net yang harusnya sebagai sumber informasi lomba, seperti tidak tersentuh panitia, hal sangat disayangkan karena waktu empat hari adalah waktu yang cukup untuk mengubah posisi di Google, kembali kami peserta lomba kembali harus melakukan optimasi agar blognya tetep atau bahkan naik di Google. Harusnya perubahan ini dipublikasikan jauh-jauh hari sebelumnya sehingga tidak merugikan peserta lomba.

Dan selang beberapa hari kemudian panitia mengumumkan 27 blogger yang lolos dan mengundang para blogger yang lolos untuk menghadiri Pengumuman dan Penyerahan Hadiah untuk para pemenang pada tanggal 30 Desember pukul 19.00 di salah satu kafe di kota Pekalongan, bersamaan dengan acara ini akan diadakan kopdar para blogger Pekalongan. 

Saya menantikan hari Pengumuman dengan optimisme yang tinggi karena melihat posisi blog saya berhasil meraih peringkat 3 dan saya yakin dengan kualitas liputan saya, itu menjadi nilai lebih menurut saya. Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba dan acara pun dilaksanakan, saya sendiri tidak bisa menghadiri acara ini karena saya sedang melakukan penelitian Skripsi di Yogyakarta. Oya, anda tau bagaimana panitia secara khusus mengundang saya?? Itu hanya lewat SMS pada pukul 17.00, Ajib, dua jam menjelang pengumuman dan itupun hanya pemberitahuan tempat dan waktu, memang sih sebelumnya panitia telah mengkonfirmasi tempat dan waktu di profil Facebook-nya, tetapi kenapa baru mengabarkan langsung dua jam sebelum pelaksanaan, kami blogger tentu bukan superman  yang bisa terbang kesana kemari dalam waktu yang singkat, saya yang katanya menjadi kondidat juara pun tidak diberitahukan lebih lanjut sebelumnya. 

Karena saya tidak bisa hadir inilah, hampir 6 jam malam itu dari pukul 19.00 WIB saya terus melihat profil Speedy Pekalongan, siapa tahu ada informasi up to date namun tidak ada informasi apapun kecuali dua buah foto acara Kopdar yang di-upload oleh admin Speedy Pekalongan, sisanya, hanyalah pesan dinding dari para peserta yang tidak bisa hair dan menanyakan hasil lomba, namun seperti biasa, admin tidak begitu welcome terhadap beberapa pertanyaan yang masuk, dan lebih memilih untuk meng-upload foto. Ironis.

Hingga akhirnya ada seorang blogger peserta yang mengikuti acara pengumuman memberitahukan kepada saya bahwa saya sebenarnya kondidat Juara 1 tetapi karena tidak bisa mengikuti lomba maka saya dianulir dan akhirnya juara 1 diberikan kepada kondidat juara berikutnya, begitu seterusnya, hingga diperoleh pemenang yang menghadiri acara pengumuman dan penyerahan hadiah ini. Saya sangat kecewa mendengarnya, Ini benar-benar tidak adil. Okelah kalo kriteria kehadiran saat kopdar (acara pengumuman dan penyerahan hadiah) dijadikan salah satu kriteria penilaian. tetapi kenapa tidak sejak awal dipublikasikan dan saya sebagai salah satu pemenangnya diberitahukan, karena saya sedang sibuk diluar kota, sebelumnya saya juga sudah pernah menanyakan tentang kehadiran dalam kopdar ini pada admin, apakah wajib? atau gimana? Ini karena saya tidak bisa hadir tetapi seperti biasa admin tidak menanggapinya. Seandaianya saya dihubungi untuk datang karena saya kondidat juara satu maka saya pasti akan datang menghadiri acara ini. Dan ternyata panitia memilih menggunakan sistem anulir setelah sebelumnya dilakukan voting apakah blogger yang datang setuju untuk menganulir peserta yang tidak datang, dan sepertinya hasilnya sudah ditebak, siapa yang bilang ngga mau ketika para pesaingnya akan dihapus. Sungguh tidak adil.

Ya saya tahu dan paham betul salah satu point di peraturan ini, keputusan juri memang tidak bisa diganggu gugat tetapi setidaknya saya menuntut profesionalisme pihak penyelenggara disini. Peraturan dan waktu penilaian begitu mudah berubah bahkan kehadiran di kopdar menjadi kriteria pemenangnya dengan sistem anulir yang sangat aneh ini (mungkin baru sekali ini terjadi di lomba blog di Indonesia) tanpa pemberitahuan dari pihak penyelenggara, ini membuat lomba ini terlihat seperti main-main.

Dengan mengacu pada ketentuan lomba mengenai penilaian yakni SEO 40% dan Artikel Liputan 60% maka yang berpeluang besar akan jadi pemenang adalah Peserta yang hadir pada saat acara Gebyar Speedy Akhir Tahun 2010 di Plasa Telkom Pekalongan antara tanggal 14 s/d 17 dan meliput kegiatan tersebut melalui blog yang diikutkan lomba, dan Peserta tersebut blognya berhasil menduduki halaman pertama hasil pencarian Google dengan kata kunci “Gebyar Speedy Pekalongan”. Kalau tidak memenuhi 2 kriteria di atas mana sudah pasti peluang menangnya sangat kecil. Misalnya peserta yang berhasil menduduki peringkat 1 Google, namun dia tidak meliput kegiatan, maka skor maksimal yang bisa didapatkan hanyalah 40%.  (sumber: http://deteksi.info)

Seandainya misalnya kriteria kehadiran dimasukkan itu pasti ada prosentasinya seperti penilaian lainnya (SEO 40% dan Artikel 60 %). Kalau ada blogger pemenang tetapi tidak hadir hadir saat kopdar langsung dianulir, Ini sih kehadiran saja yg dinilai alias 100%. Melihat sistem anulir pemenang disini seperti penilaian mutlak, percuma saja kerja keras saya selama ini, menulis artikel liputan dengan susah payah dan mengejar ranking di Google semuanya sia-sia. 

Dan ada Pesan dinding dari Anas, bloger peserta Lomba Blog:
"..... Dari sekian banyak lomba blog yang pernah saya ikuti bahkan pernah saya jadi dewan jurinya (Speedy Blog Competition 2010, Surabaya). Baru kali ini ada lomba yang mengenakan sistem gugur kepada pesertanya hanya karena berhalangan hadir. Saya sangat prihatin dan kecewa atas kebijakan pihak Telkom Pekalongan. Kami para blogger adalah "pejuang online" lebih banyak berkecimpung di dunia online. Hargai jerih payah kami, usaha kami, keringat kami dengan kejujuran. Tak ada aturan yang menyatakan peserta akan dianulir dalam kompetisi ini kalau tidak hadir dalam kopdar. Maaf, memang kopdar penting untuk menjalin silaturahmi. namun ke-fair-an harus djunjung tinggi......"

Kami para blogger merasa dewan juri mungkin sudah bekerja dengan sangat bijak. Namun, keputusan sepihak yang diberlakukan pada saat Kopdar semalam sangat aneh dan ganjil. Kami berharap tidak ada monopolisasi dalam penentuan pemenang tersebut. Kalau memang kalah ya sudah tidak apa-apa. Tapi bagi seseorang yang mestinya menang, tetapi hanya gara-gara gak hadir kopdar terus didiskualifikasi/dianulir. Ketidakprofesionalan panitia inilah yang membuat lomba blog ini terkesan seperti main-main.

Sebenarnya menang kalah bukan masalah bagi saya dan para peserta lomba lainnya tetapi saya hanya ingin sedikit profesionalisme, transparansi dan penghargaan dari pihak penyelenggara bagi semua peserta, penghargaan tidak melulu tentang hadiah atau apa, tetapi dalam wujud konsistensi pantia dalam menerapkan peraturan dan memberikan akses informasi apabila ada perubahan di peraturan serta tentu saja kearifan admin untuk menjawab pertanyaan yang ada di profil Facebook Speedy Pekalongan. dan hingga tulisan ini dibuat, 31 Desember 2010 pukul 13.24 WIB, panitia belum mempublikasikan nama pemenang lomba blog Gebyar Telkom Speedy Pekalongan secara resmi dan membuat transparansi penilaian pemenang lomba.

Bahkan pada hari, Selasa 4, Januari 2011, admin Facebook Speedy Pekalongan menghapus semua pesan dinding kritikan dari para peserta dan memblokir kami untuk menulis di pesan dinding. Ini sepertinya Panitia Gebyar Speedy Pekalonngan ingin lari dari masalah dan tidak mau menanggapi protes dari kami, peserta lomba. Awalnya saya memang cukup bersabar untuk menunggu 'itikad baiik dari panitia tetapi ternyata ketidakprofesionalan panitia semakin menjadi-jadi ini membuat kami para peserta yang menuntut sedikit keadilan dari panitia menjadi frustasi dan seperti disepelekan. Panitia LARI dari TANGGUNG JAWABNYA.

Saya dan teman-teman blogger lainnya sangat kecewa atas kebijakan PT Telkom Pekalongan dan menyesal telah menghabiskan banyak waktu dan tenaga hanya untuk mengikuti Lomba Blog Speeedy 2010 ini, jangan salahkan apabila ungkapan kekecewaan ini dipublikasikan, dengan tulisan ini harapannya menjadi pelajaran bagi semua pihak yang akan mengadakan kontes/lomba blog agar tidak terjadi lagi hal serupa di masa mendatang. Dan satu hal, saya akan berpikir jutaan kali untuk mengikuti lomba blog yang diadakan Speedy di masa mendatang.
Baca Selanjutnya...

12 Desember 2010

Hati-hati Dengan Twitter-mu!

Twitter adalah sebuah situs web yang dimiliki dan dioperasikan oleh Twitter Inc., yang menawarkan jaringan sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut tweets. Tweets adalah teks tulisan hingga 140 karakter yang ditampilkan pada halaman profil pengguna. Tweets bisa dilihat dan dikomentari semua orang di dunia secara luar tanpa harus menjadi teman terlebih dahulu seperti jejaring sosial lain seperti faceboook.

Mengingat betapa luasnya cakupan dan cepatnya penyebaran twitter ini maka sebaiknya kita berpikir sebelum Tweet Anda dapat dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Bahkan setelah dihapus, tweet Anda masih tetap dapat dilihat dengan menggunakan mesin pencari. Pikirkanlah baik-baik apa yang hendak Anda tulis, karena konsekuensi tulisan Anda mungkin akan lebih jauh dari yang Anda perkirakan. Selain itu, batasilah pembicaraan anda. Penggunaan Twitter yang mudah membuat para pengguna sering melakukan Tweet tentang lokasi dan kegiatan mereka. Namun, para pengguna sering tidak menyadari bahwa akun mereka merupakan akun publik (tidak dilindungi/protect ataupun dibatasi), maka semua orang bisa melihat tweet, retweet dan juga mengomentari tweet mereka tersebut. 

Layaknya seperti blog, twitter sebenarnya adalah sebuah blog atau lebih tepatnya microblogging, karena cakupannya dan penyebarannya yang begitu luas dan bisa dikomentari oleh semua orang didunia, konsekuensinya adalah kita harus siap menghadapi segalanya seperti respon, jawaban atau bahkan hujatan setelah anda tweet twitter atau posting artikel di blog. Inilah yang mungkin tidak pernah disadari oleh pengguna internet selama ini, sehingga berbagai masalah muncul bermula dari kebiasaan mereka tersebut. Mereka biasanya begitu menyalahkan dan mengkambinghitamkan layanan jejaring internet dan juga user yang merespon tweet mereka dengan alasan bermacam-macam tapi kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa hal ini mengganggu privasinya, merasa privasinya dicampuri. 

Di satu sisi ya mereka memang punya hak mendapat perlindungan privasinya, tapi di sisi lain, sisi yang saya anggap benar, saya akan mengatakannya Aneh!, ya memang aneh, dengan kebiasaan mereka begitu mudahnya menyebarkan privasinya dan tetapi mereka justru selalu menyalahkan orang lain atau layanan internet yang mempublikasikannya dalam hal ini twitter. Jangan salahkan orang lain mengomentari, menjawab, menyebarkan atau bahkan menghujat tweet di twitter kita atau artikel di blog kita. Salahkanlah diri sendiri, yang begitu mudah menyebarkan informmasi dan privasinya.

Sebagai seorang blogger dan aktif di twitter, saya sudah sering mengalami hal serupa, terakhir adalah seseorang yang saya ikuti (following) di twitter dengan sedikit emosi berkata kepada saya bahwa saya dilarang untuk mengomentari/menangggapi obrolan dia dengan temannya di twitternya, tidak jelas apa alasannya.  

Baiklah, itu mugkin urusan mereka tetapi apakah mereka tidak pernah memahami atau separah-parahnya pernah membaca ketentuan Term&Service di Twitter?? Karena dengan mengupdate twitter kita tanpa membatasinya maka ini berarti kita bisa dibilang telah menyetujui ketentuan yang berlaku di twitter dan menyetujui tweet anda  disebarkan ke seluruh dunia dan di"halal"kan  dikomentari orang seluruh dunia meskipun tweet anda bersifat sangat pribadi dan rahasia sekalipun.

Kenapa Kalau tweet anda atau blog  tidak mau dikomentari kenapa anda tidak menggunakan fitur untuk menutup fitur reply atau komentar di layanan twitter atau blogger. Dapat juga dengan mem-protect tweet di twitter kita, sehingga hanya orang yang sudah diterima menjadi follower kita yang bisa melihatnya. Dalam Twitter apabila anda ingin berbincang dan ngobrol dengan teman twitter anda tanpa takut dicampuri orang lain gunakanlah fitur message atau pesan, dengan fitur ini privasi kita akan sedikit terlindung. 

Gunakanlah dengan bijak Twitter, blog kita atau apapun yang berhubungan dengan internet, karena internet adalah bersifat global maka kita dituntut untuk menggunakannya searif dan sebijaksana mungkin. Karena sesuatu yang Anda masukan mungkin akan berpengaruh terhadap orang lain terlebih jika isi postingan itu mengandung hal-hal yang dianggap kurang baik oleh masyarakat.  Pejarari juga ketentuan yang berlaku di situs tersebut, jangan sok ngaku sebagai mengert internet tapi malah seolah dibutakan oleh internet. Jadilah pengguna internet yang bijak.

Well, apa yang saya lakukan menghadapi orang-orang aneh pengguna internet seperti orang tadi yang melarang untuk mengomentari twitternya tadi? Jawabannya simple tegas, UNFOLLLOW! Mengapa? Ya,  saya kira anda sudah tahu jawabannya.
Baca Selanjutnya...

27 November 2010

Pelajaran Dari Bencana Merapi

Sudah berkali-kali negeri ini ditimpa bencana yang tiada hentinya, bahkan silih berganti. Ratusan ribu orang jadi korban dan menyebabkan kerugian negara dengan jumlah yang bisa dikatakan "tak terhitung".

Frustasi. Satu kata yang bisa menggambarkan perasaanku melihat kenyataan ini. Betapa Tidak, ditengah kondisi tersendatnya pembangunan karena negara sedang dilanda masalah moneter, bencana silih berganti menghancurkan jerih payah kita, dan akhirnya kita kembali ke titik nol lagi untuk memulai semuanya dari awal kembali. Frustasi inilah yang selalu kurasakan tiap bencana hadir "bertamu" di negara ini, hingga akhirnya bencana meletusnya gunung Merapi beberapa waktu lalu menyadarkanku akan kebesaran ALLAH, bahwa setiap musibah pasti ada hikmahnya. 

Aku sadar ini bukanlah saatnya kita meratapi semua musibah ini karena itu semua tidak ada gunanya sama sekali, ibarat nasi sudah jadi bubur, apa hendak diperbuat untuk mengembalikannya menjadi nasi, tidak bisa, tapi alangkah baiknya apabila kita mengelola bubur tersebut agar bisa kita makan, dibuat bubur ayam atau apapun yang penting bisa disantap tanpa mengurangi rasa. Begitulah ketika bencana terjadi, jangan frustasi, tapi sebaiknya kita melakukan menajemen pasca bencana dengan baik untuk menyelamatkan para korban dan membantu meringankan beban mereka, sebagaimana pengalamanku saat menjadi relawan di Stadion Maguwoharjo, ada ratusan ribu pengungsi disana yang membutuhkan uluran tangan kita. Mereka sama sekali tidak membutuhkan rasa frustasi atau keputusasaan kita. Jadi tak ada gunanya kita berputus asa terhadap musibah yang datang. Dan sungguh apa yang yang terjadi di lapangan memberikanku banyak pelajaran hidup, mulai dari banyaknya relawan yang berkerja keras demi keselamatan dan kebutuhan para pengungsi tanpa mengharap balas budi, "gerakan nasi bungkus" yang dilakukan oleh para ibu di Yogyakarta dan sekitarnya yang berhasil membuat ratusan ribu nasi bungkus dalam 3hari sungguh angka yang fantastis bukan? hingga presiden kita pun sempat makan siang dengan nasi bungkus bersama para pengungsi (aku terharu melihat ini, sungguh bencana telah mendekatkan semua pihak yang sebelumnya mungkin mustahil untuk dipikirkan di pikiran kita) hingga aksi para pengamen yang melakukan pengumpulan sumbangan di kereta api sampai terkumpul uang 5 juta dalam beberapa jam saja, serta masih banyak peristiwa lain yang kulihat selama bencana merapi terjadi. Semua begitu ikhlas dengan spirit yang sepertinya tiada habisnya untuk membantu sesama. 

Semua hal ini yang menyadarkanku, bahwa kemakmuran, kekayaandan kemenangan bukanlah saat kita berhasil membangun negara yang kuat, bukanlah dengan membangun banyak gedung pencakar langit, dan bukanlah saat negara berhasil mencapai prestasi terbaiknya, bahkan bukan saat kita berhasil memperoleh semua yang kita inginkan dalam hidup ini. Tetapi justru kemenangan ini kita peroleh saat kita kita dapat menghadapi masalah (bencana), saat kita bersama-sama dapat mengatasi musibah yang terjadi, Saat kita mampu bangkit dari keterpurukan, saat dimana kita berada dalam kondisi yang sangat sulit tetapi kita mampu bangkit kembali dan kemenangan terbesar adalah saat kita mempunyai rasa solidaritas yang kuat tanpa memandang siapa kita dan siapa "mereka". 

Bencana bukan saatnya kita meratapi, frustasi inilah saatnya kita dapat belajar dari ini semua, karena dibalik semua ini pasti ada sebuah cahaya cerah menghampiri kita, cahaya hikmah, cahaya yang akan menuntun kita menuju kehidupan baru yang lebih baik untuk kita dan untuk sesama. Yogyakarta pasti akan kembali, kembali bangkit, karena kota ini begitu istimewa. Jogja pasti kembali. Terima kasih atas segala pelajaran berharga ini.

Semoga Allah membalas semua amal para relawan yang telah  berjuang untuk sesama dan semoga Allah senantiasa melindungi kita dari segala bencana. 
Baca Selanjutnya...

4 November 2010

Masih Kurang Bersyukur Pada Allah?

Dari lorong gelap telinga terpancarlah seberkas cahaya. Nur itu menghidupkan nurani yang kemudian bertasbih mengagungkan Sang Pencipta.

Mendengar namanya saja orang mungkin tidak berminat membincangkannya. Bahkan tak jarang orang menghabiskan waktu berjam-jam membersihkan telinga dari kotoran dekil itu, tanpa sedikit pun terlintas di benaknya akan makna agung di balik “kotoran telinga”.

Sosoknya kecil, basah, lengket, dan licin. Asal-usulnya dari lorong gelap nan sempit. Semua ini hanya membuat orang jijik, bahkan nyaris melupakannya sama sekali. Seolah satu tanda-tanda kekuasaan Allah yang mahadahsyat ini tiada berguna, kosong makna, atau tanpa tujuan, sehingga wajarlah jika tercampakkan begitu saja.

Padahal, Allah mengingatkan manusia agar tidak berpaling dari tanda-tanda kekuasaan-Nya, meski sekecil dan seremeh “kotoran telinga”.

Allah menyuruh manusia agar tidak mencontoh perilaku semacam itu: “Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya”. (QS. Yusuf, 12:105)

Manusia perlu berprasangka baik terhadap Allah dan meluangkan waktu sejenak guna merenungkan penciptaan “kotoran telinga”. Dengan hati yang bersih dan terbuka, maka akan tersingkaplah tanda-tanda kebesaran Allah pada ciptaan-Nya yang satu itu.

“Kotoran telinga” sejatinya bukanlah zat pengotor. Sebaliknya, justru “kotoran telinga” itulah bukti keberadaan perangkat pembersih telinga. Perangkat ini secara otomatis bekerja membersihkan telinga setiap detik, tanpa kita sadari.

Dalam bahasa ilmiah, si kecil lengket ini dinamakan cerumen (ear wax, lilin telinga). Wujudnya cair kental dan menyerupai lilin berwarna kekuningan. Lilin ini dikeluarkan oleh kelenjar tertentu yang melapisi saluran telinga bagian luar.

Allah menciptakan sekecil apa pun benda di alam ini dengan maksud dan tujuan yang benar, penuh manfaat dan kebaikan, tak terkecuali lilin telinga. Setidaknya ada tiga manfaat lilin telinga yang berhasil diungkap ilmuwan: 
  • Pembersih
  • Pelembab
  • Pembunuh kuman berbahaya.
Ketiga manfaat itu diciptakan Allah dalam rangka memelihara telinga manusia agar manusia dapat mendengar dengan sempurna selama hidupnya. Ini adalah sebentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang lemah, yang sudah sepatutnya bersyukur atas pemberian telinga berikut lilinnya itu. Hal ini sebagaimana yang Allah perintahkan: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. (QS. An Nahl, 16:78)

Allah Maha Tahu bahwa para hamba-Nya tidak bakal sanggup untuk setiap detik memelihara kebersihan saluran telinganya sendiri, meskipun hanya dua buah. Oleh karena itu, dengan kasih sayang-Nya, Allah mengaruniai manusia sistem pembersihan telinga

Nikmat besar pemberian Allah ini nyaris tidak pernah kita sadari. Bahkan sedikit sekali manusia bersyukur atas nikmat tak terkira berupa pendengaran ini, sebagaimana penegasan-Nya dalam Al Qur’an: “Katakanlah: Dia-lah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.” (QS. Al Mulk, 67:23)

Allah menciptakan perangkat luar biasa yang mampu mengeluarkan lilin telinga ini secara otomatis dari lubang telinga. Lilin telinga berpindah dari bagian dalam menuju ke luar saluran telinga. Perpindahan ini diakibatkan oleh perpindahan sel-sel kulit pada permukaan saluran telinga.

Sel-sel ini ibarat ban atau tangga berjalan yang senantiasa bergerak mengangkut gumpalan lilin telinga di atasnya. Sembari terangkut dan terbawa menuju bagian luar telinga, lilin ini menangkap kotoran, debu, dan butir-butir pengotor yang ada di saluran telinga itu untuk dibuang keluar. Proses ini dibantu oleh gerakan rahang, misalnya saat orang mengunyah.

Lilin juga berfungsi melumasi, melembabkan dan melembutkan kulit saluran telinga. Hal ini mencegah kulit dari kekeringan dan rasa gatal, sehingga manusia dapat mendengar dengan nyaman.

Kandungan zat-zat seperti asam lemak jenuh dan enzim lisozim pada lilin telinga sungguh ampuh membunuh mikroba. Termasuk di antaranya adalah bakteri penyebab penyakit yang sangat berbahaya seperti Haemophilus influenzae dan Staphylococcus aureus.

Itulah segores kisah tentang lilin telinga (bukan kotoran telinga), yang sedari kecil kita tidak pernah meminta kepada Allah agar diberi. Namun keberadaanya itulah bukti hamparan cinta dan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Dialah Allah, yang memberi tanpa diminta, dan tanpa meminta imbalan.

Allah tidak sekedar Pencipta dan Pemberi telinga, namun juga Pemelihara telinga. Ketiga Sifat Allah itu menjadikan manusia dapat mendengar suara setiap saat dengan sempurna, aman dan nyaman.

Sekali lagi, lilin telinga sejatinya bukanlah kotoran telinga! Lilin telinga hanyalah secuil bukti mungil kebesaran Allah dalam mencipta dan memelihara ciptaan-Nya. Dialah Allah, Sang Maha Pencipta, Maha Pemelihara:

Dia pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu. (Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu. (QS. Al An’aam, 6:102)

"Bahkan Allah Menciptakan Pembersih Alami Untuk Telinga Manusia.."
(Masih Kurang Bersyukur Pada Allah?)

Baca Selanjutnya...

29 Oktober 2010

Bergurulah Pada Semut

Semut sosok makhluk kecil yang hidup diantara kita, tak banyak yang melihat dan bahkan ada yang membenci untuk memusnahkan kala sang semut berkelompok untuk mencari sesuap makan untuk tubuh dan mulutnya yang kecil. 

Semut menurutku adalah makhluk Allah yang mungil tetapi dibalik kemungilannya dia menyimpan misteri yang luar biasa. Kesopanan dan etika tingkat tinggi tampak saat makhluk kecil saling bertemu, kerjasama yang terkoordinir ketika membawa bekal menuju singgasananya. Pekerja keras untuk memenuhi target yang hendak dicapai tanpa saling menyerang, dengan mereka berjalan bersama tanpa lelah, sungguh luar biasa. Dan Sebenarnya aku yang seorang manusia sebenarnya malu bila melihat dia. 

Malu karena manusia yang dikaruniai akal dan pikiran sekarang lebih suka update status ketimbang melakukan sesuatu yang lain yang mungkin bermakna seperti mengupdate pengetahuannya mungkin, lebih suka chat di dunia maya ketimbang sekadar berjabat tangan menyambung silahturahmi, lebih suka berharap tetapi tidak berusaha, lebih suka tawuran dan saling serang daripada saling membantu dan meyelesaikan masalah bersama, dan masih ada banyak hal lainnya.

Bisakah aku meniru makhluk itu, atau harus terus menyimpan malu tanpa mau melihat sosok kecil yang penuh adab. Bisakah manusia saling bicara tanpa noda untuk saling bersama membangun kehidupan ini. Atau mungkin manusia hanya ingin jadi penghancur semut-semut kecil yang tak berdaya hanya karena keangkuhannya.

Bergurulah pada semut semut di sekeliling kita agar mata, rasa, langkah, dan ucapan kita adalah benar-benar wujud dari manusia yang benar benar manusia atau akan menjadi manusia sekedar wujud tanpa rasa, karsa, dan cipta atau hanya tulang yang terbungkus daging yang esok akan membusuk saat panggilan maut tiba. Ini semua adalah ilusi yang esok, lusa dan entah kapan akan terjadi, bukalah nurani kita seperti semut, makhluk  Allah yang besarnya 1/1000 besarnya hati kita tapi mungkin mereka mempunyai nurani yang 1000 kali lebih besar daripada kita.
Baca Selanjutnya...